Palu – UNDIP Dorong Regionalisasi Transpolitan sebagai Arah Baru Pengembangan Transmigrasi Palolo. Konsep regionalisasi transpolitan menjadi salah satu rekomendasi utama Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) dalam Diseminasi Hasil Riset dan Rekomendasi Kebijakan Tahun 2025 yang digelar Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, 23 Desember 2025, di Gedung LPPM UNDIP. Tim Ekspedisi Patriot UNDIP menilai transformasi kawasan transmigrasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dalam skala regional.
Untuk itu, UNDIP mengusulkan penguatan koridor transpolitan KETT SIPOLU yang menghubungkan Sigi, Palu, Poso, Parigi Moutong, Morowali Utara, hingga Luwuk. Koridor tersebut dinilai memiliki konektivitas distribusi komoditas yang kuat, dengan Kota Palu dan Luwuk berperan sebagai hub regional. Regional transpolitan diharapkan mampu membentuk ekosistem investasi berbasis komoditas lokal yang didukung sistem pengolahan dan distribusi logistik lintas kabupaten dan kota.
Baca Juga : UMP Sulawesi Tengah Naik 9 Persen, Parigi Moutong Ikuti Ketentuan Provinsi

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi, Velix Wanggai, menyampaikan bahwa setiap universitas peserta Ekspedisi Patriot membawa fokus rekomendasi yang berbeda. Tim Ekspedisi Patriot UNDIP menilai transformasi kawasan transmigrasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dalam skala regional.
Menurutnya, UNDIP menempatkan konsep regional transpolitan sebagai kata kunci arah baru pengembangan kawasan transmigrasi. Sementara itu, Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M Iftitah Sulaiman Suryanegara, menegaskan bahwa paradigma transmigrasi telah bergeser secara fundamental. Transmigrasi kini tidak lagi dimaknai sekadar pemindahan penduduk, melainkan sebagai upaya membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan produktivitas lahan dan kapasitas sumber daya manusia.
Koridor tersebut dinilai memiliki konektivitas distribusi komoditas yang kuat, dengan Kota Palu dan Luwuk berperan sebagai hub regional. Rektor UNDIP, Suharnomo, menambahkan bahwa hasil Ekspedisi Patriot diharapkan menjadi rujukan kebijakan yang berkelanjutan dan ditindaklanjuti melalui program lintas sektor. Ia menegaskan komitmen UNDIP untuk terus mendukung pemerintah melalui kontribusi keilmuan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui rekomendasi ini, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam mendorong transformasi kawasan transmigrasi menuju pusat pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berdaya saing.





