, ,

Motif Batik Bomba Saga Dilaunching, Dekranasda Parigi Moutong Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat

oleh -416 Dilihat

Palu – Motif Batik Bomba Saga Dilaunching, Dekranasda Parigi Moutong Dorong Ekonomi Kreatif Masyarakat. Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Jl Kampali, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Sulawesi Tengah, saat Dekranasda Parigi Moutong resmi melaunching dan mematenkan batik khas daerah, Rabu (17/12/2025). Prosesi launching ditandai dengan pemukulan gendang secara simbolis oleh Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Ketua Dekranasda Hestiwati Nanga, unsur akademisi serta perwakilan tokoh adat dari lima suku.

Di atas panggung, jajaran pejabat dan tokoh adat berdiri berjajar, menciptakan suasana sakral yang merepresentasikan persatuan budaya. Latar panggung menampilkan visual motif terbaik hasil sayembara, sementara layar besar memperlihatkan dokumentasi proses panjang lahirnya batik khas Parigi Moutong. Sorot lampu dan ornamen bernuansa adat semakin memperkuat kesan bahwa momen tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi identitas daerah.

Ketua Dekranasda Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menyampaikan bahwa launching motif batik khas ini merupakan hasil kerja bersama tim selama kurang lebih tiga bulan. “Alhamdulillah, setelah tiga bulan kita berjalan bersama tim, hari ini motif batik khas Parigi Moutong resmi kita launching dan kita patenkan dengan nama Bomba Saga Parigi Moutong,” ujar kepada TribunPalu.com. Mengenakan batik bernuansa kuning dan rok putih, warna yang identik dengan suku Kaili, wanita yang akrab disapa Hesti ini tampak bahagia.

Baca Juga : Situs Megalitik Pokekea Poso Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional

Motif Batik Bomba
Motif Batik Bomba

Senyumnya tak lepas, matanya berbinar saat diwawancarai TribunPalu.com, mencerminkan rasa bangga atas lahirnya identitas baru Parigi Moutong. Dalam kesempatan itu, Dekranasda juga menerima satu buku kajian akademis dari tim Universitas Tadulako. Buku tersebut memuat kajian filosofis, sejarah, serta rekomendasi pengembangan motif khas Parigi Moutong ke depan. Hestiwati menjelaskan, salah satu rekomendasi penting dari tim akademisi adalah mendorong motif batik khas Parigi Moutong masuk dalam peraturan daerah. “Harapannya, hasil motif yang sudah kita diskusikan ini bisa masuk dalam peraturan daerah, sehingga memiliki kekuatan hukum dan menjadi identitas resmi daerah,” jelas Hesti dengan nada tagas.

Selain itu, tim akademisi juga akan membantu mendesain dan menghimpun seluruh karya dari 19 nominasi motif ke dalam satu buku khusus. Buku tersebut nantinya menjadi referensi pengembangan produk turunan berbasis motif khas Parigi Moutong. Sebagai mitra pemerintah daerah, Dekranasda juga menyiapkan langkah lanjutan pascalaunching. Salah satunya dengan melakukan pemetaan masyarakat yang memiliki keahlian menenun di Parigi Moutong. Hesti menyebut, saat ini sudah ada penenun di beberapa wilayah seperti Kecamatan Taopa dan Avulua. Namun ke depan, Dekranasda akan membuka pelatihan bagi masyarakat yang memiliki minat dan kemampuan menenun, khususnya terkait desain motif Bomba Saga Parigi Moutong.

Ia menambahkan, jika motif khas ini telah masuk dalam peraturan daerah dan resmi dipatenkan, maka penggunaannya akan diperluas dalam berbagai momentum daerah. “Kalau sudah masuk perda dan paten, pada momen-momen hari besar, seperti Hari Ulang Tahun Parigi Moutong, kita sudah bisa menggunakan motif kita sendiri,” harap Istri dari Bupati Parigi Moutong ini.

Lebih lanjut, Hestiwati menegaskan bahwa pemenang sayembara tidak mutlak menjadi satu-satunya batik utama khas Parigi Moutong. Hasil diskusi bersama tim juri menyepakati bahwa seluruh motif yang masuk nominasi dapat digunakan. “Ketika sudah masuk nominasi, semua motif boleh dipakai. Artinya kita punya 19 motif khas Parigi Moutong,” tegasnya. Menurutnya, motif-motif tersebut tidak hanya terbatas pada kain batik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas, tumbler, gantungan kunci, dan produk kriya lainnya yang bernilai ekonomi. Dengan dipatenkannya Bomba Saga Parigi Moutong, Dekranasda berharap batik khas ini menjadi simbol persatuan budaya lima suku, sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan kebanggaan masyarakat Parigi Moutong.

 

 

 

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.